Honda CB 100 Retro Classic Motor Tua itu kini tengah naik daun. Disamping harganya yang murah juga enak buat dimodifikasi karena bisa dicangkokan komponen mesin generasi HONDA semisal GL 100, GL PRO, TIGER juga bisa mencaplok komponen motor lain semisan SHOCK Depan RX-KING dll.Dipenghujung tahun 2000 an motor ini cuma dihargai sekitar 300 Ribuan , lalu naik menjadi 700 ribuan , 2 tahun yang lalu masih sekitar 1 jutaan dan ditahun ini harganya melejit lagi sekita 1,8 jutaan. Fantastik.... itu semua berkat ulah para modifikator yang menjadikan motor CB ini sebagai BASIS MOTOR MODIFIKASI. Tapi untuk modifikasi SPEED alias LARI atau untuk TRAIL CC yang kecil tidak mumpuni maka harus di BORE UP dengan menggunakan SEHER TIGER. Biaya yang dikeluarkanpun jadi membengkak. Saran untuk yang mau modif CB lebih baik ambil basis yang 1 atau 2 Tingkat diatasnya semisal GL 100 , atan GL PRO lebih enak dimodifnya karena mesin nya lebih gampang dan MURAH dimodifikasi. Honda Cb125 Ganti block satria fu (co-past)Lagi-lagi copast,lagi-lagi copast..copast kok lagi-lagi..pret.. ini juga lg tren di kalangan biker cb,menurut advis sang pawang Didik AE Sport ” cdi rextor fu lebih bagus daripada cdi shogun shindengen” DATA MESIN CB(di samping) Block raider 125, Kepala silinder fu, Piston tiger,kopling set tiger,girboks tiger. HONDA CB 100 Thn 1973Bukan karena ikut trend atau gak punya modal buat beli motor yang lebih muda umurnya, Honda CB 100 Thn 73 diambil sebagai bahan modif karena modelnya yang cantik dan terkenal dengan handling yang mantap serta giginya yang rapat. Tadinya bingung mau ikut aliran modif apa, kepengennya ikut retro klasik atau café racer tapi mentok di utilitas. Akhirnya diambil gabungan antara ke dua aliran tersebut. Artinya kelihatan jadul (Jaman Dulu) tapi aksesoris dan mesin di suntik gairah muda. So berikut adalah perubahannya: ![]() ![]() Mesin Casis Head Boring Komplit diambil dari Honda Megapro, perubahan ini hanya meperbesar lubang crankcase. Bandul atau kruk as naik stroke 7 mmdan diberi tonjolan untuk sensor pulser. Untuk mengejar stroke yang tinggi maka Boring diganjal plat almunium 7 mm. Gak mau repot dengan pengapian jadul yang masih platina, sector pengapian dirubah jadi CDI tanpa merubah cover tutup spoel bawaannya. Caranya Pulser pengapian ditanam persis dibawah kruk as yang sudah diberi tonjolan pulser. Panjang tonjolan sesuai dengan CDI motor yang diambil. Untuk mengejar kompresi serta power yang tinggi maka dilakukan sedikit modifikasi pada gigi rasio dan gigi primer. P erbandingan gigi akhir dipakai 15 depan belakang 36 ![]() Shock breaker depan diambil dari megapro komplit dengan rem cakramnya, Belakang YSS untuk Suzuki Shogun, Velg depan dan belakang pakai Tipe Rim 17 Merk TK. Ban Depan Mizzle 17-80/80, Belakang Mizzle 17-110/80 Stang depan diambil dari Kawasaki ninja. Tangki bensin dipertahankan pakai aslinya, jok juga tapi ditipisin sedikit. Untuk sector kelistrikan terjadi sedikit modif, lampu depan pakai punya Yamaha scorpio, belakang pakai aslinya. Sein diambil dari aksesoris motor jadul.
Andong, Transportasi Wisata di Yogyakarta yang Masih TersisaSaya lupa tepatnya terakhir kali naik andong. Kalau tidak salah, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu. Wah, ternyata sudah lama sekali. Dulu, naik andong menempuh rute dari Kebun Binatang Gembira Loka sampai rumah. Sudah lupa juga soal tarifnya. Yang pasti, saya lagi sadar, ternyata jauh juga rutenya…
Yang saya heran (sekaligus takjub) adalah sampai sekarang andong masih mampu hadir untuk memberi sentuhan tersendiri sebagai salah satu kekhasan kota Yogyakarta. Diantara hiruk pikuk dan pesatnya perkembangan kota, ternyata andongpun masih relatif mudah untuk ditemukan. Walaupun, jika dilihat sepintas, tidak banyak andong yang terlihat. Tapi, dimana dulu kita melihat dan mencarinya.
Dari yang saya amati, andong saat ini hanya mengambil rute-rute tertentu. Dan kebanyakan melalui rute yang berpotensi mendapatkan banyak penumpang. Misalnya, dari arah daerah Kotagede menuju Pasar Beringharjo (daerah Malioboro) dan sebaliknya. Penumpangnya juga sudah semakin spesifik. Ibu-ibu penjual sayur dan barang jualan di pasar cenderung banyak memilih andong sebagai alternatif transportasi. Mungkin salah satu pertimbangan antara lain karena andong ‘lebih bisa muat banyak’? Atau, apakah karena bagi mereka, bis dirasa kurang nyaman? Bisa jadi. Lalu, dimanakah kita bisa menemukan andong dengan mudah? Bagaimana persebaran lokasi parkir andong di Yogyakarta? Beberapa tempat dari pengamatan saya:
Modifikasi Honda Jazz Modifikasi yang dilakukan sebenarnya tidak sesuai dengan rencana awal. Semua yang terbentuk sekarang idenya berasal dari sebuah part after market sebuah majalah luar negeri. Jelmaan Majalah Katalog Honda Jazz yang kerap digunakan Alvin (begitulah sapaan teman-temannya di klub Option Bandung) ingin diberikan sentuhan aksesori yang ringan. Namun, ketika Alvin akan memilih aksesori tambahan yang terdapat di Bengkel Seca Bodyworks, matanya tertuju pada sebuah majalah yang menampilkan aneka ragam body kit dan aksesori mobil. Rasa penasaran pun timbul di hati. Pelajar SMA BPK 2 Bandung itu akhirnya tak mampu membendung rasa penasaran. Kemudian, ia berusaha mendapatkan informasi tentang barang tersebut dan mencocokkannya dengan mobil Jazz miliknya. Rasa penasaran itupun berakhir saat konsultasi dengan Kiki ‘xXx’ sang modifikator untuk mengubah tampilan mobilnya. Setelah menyamakan persepsi, akhirnya modifikasi yang diinginkan pun mulai terbayang. Eksterior Pastinya, untuk bagian eksterior dilengkapi body kit yang kebanyakan bergaya VeilSide. Bemper custom juga melekat pada bemper depan yang disesuaikan dengan lekuk fendernya. Karena tampilan bemper sudah sangar, maka kap mesin harus disesuaikan. Kap mesin standar diganti dan dirancang dengan model gembung. Selain itu kap diberi sentuhan air scoop pada bagian tengah. Jika dilihat dari depan, identitas mobil Jazz aslinya sudah tidak tampak. Untuk aksesori samping, cukup ditambahkan dengan side skirt. Bagian buritan didisain cukup ekstrem menyesuaikan bagian depannya. Bemper yang digunakan juga menggunakan barang custom. Tentunya disain juga disesuaikan. Lalu, mobil diberi sentuhan wing spoiler custom. Agar tampilan mobil lebih wah, maka bagian samping mobil dihias dengan nuansa cutting sticker yang dipadu dengan airbrush. Usapan warna yang digunakannya mengambil tema radiasi lembayung. Interior Kalau dilihat, dalam hal aksesori konsep bagian interior mobil terkesan minimalis. Mobil hanya dirancang untuk kenyamanan dan entertainment, maka jok dibalut kulit sintetis produk MB Tech. Agar tampilan dasbor tidak tampak sepi, dipasang panel meter merek Auto Gauge. Panel meter tersebut antara lain untuk tekanan oli, temperatur oli, temperatur air, dan voltmeter. Sedangkan untuk rpm Alvin menggunakan tachometer merek Autogauge. Hiasan lain yang terdapat pada interior Jazz ini lebih didominasi dengan perangkat audio. Selain segi tampilan, kualitas suara juga harus diutamakan. Kekuatan suara yang dihasilkan didukung dengan penggunaan power Nakamichi dan Boltar. Untuk mendapatkan kualitas suara yang baik, digunakanlah subwoofer Treo 15 inci yang dikolaborasikan dengan spiker depan merek Morel dan spiker belakang Lonzar, serta tweeter merek Morel. Penataan perangkat audio kebanyakan diinstal di bagian belakang. Penataan dibuat sedemikian rupa, sehingga terlihat rapi dan tidak terkesan memenuhi tempat. Di samping itu, tempat tersebut diberi nuansa lampu warna warni. Saat Alvin mencoba peruntungannya mengikuti kontes, ia agak heran dengan salah satu piala yang diperolehnya, yaitu “Cutest Car.” “Tapi jika diperhatikan ada unsur lucunya juga, mungkin manis lebih tepatnya,” jelas Alvin. Eksterior Body kit VeilSide custom Wing spoiler custom Cutting sticker tribal + airbrush Under rear custom Interior Jok semi kulit MB Tech Board rest custom Panel meter Autogauge Tachometer Autogauge Lampu dasbor Blitz Type-R Audio Power Nakamichi Subwoofer Treo 15 inci Spiker depan Morel Spiker belakang Lonzar Tweeter Morel Kaki-kaki Pelek K-Speed R03 Per custom (arisfh) Sumber berita : www.mobilmotor.co.id Galeri foto Konvoi Honda Jazz Modifikasi ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
Menariknya, konsep memanjangkan wheelbase cukup sederhana. hanya menambah lengan agar posisi as roda jadi di depan sokbreker. Diikuti pula dengan membalik sokbreker depan, sehingga posisi rem cakram yang tadinya di sisi kanan jadi di kiri. Teknik ini membawa risiko karena dudukan kaliper yang semula di belakang tabung sokbreker kanan, kini jadi di depan sokbreker kiri. "Pemasangan kaliper agak sulit, makanya harus menambah pelat sepanjang 50 mm supaya ada ruang untuk dudukan kaliper," jelas Fatkhur. Risiko lainnya lagi, sokbreker standar jadi empuk akibat lengannya memanjang. Bakan saat di tes jalan, sepatbor mentok besi segitiga. Solusinya menambah oli sokbreker. Beres dengan kaki depan, giliran yang belakang dan garapannya lebih sederhana. Untuk memperpanjang swing arm ke poros lengan ayun dengan bantuan bikin semacam jembatan. Agar kokoh, konstruksi besi kotak yang kopong dibuat seperti tangga. Setelah selesai, Fatkhur merasa karyanya belum sempurna.Konstruksi asli monosok belakang tidak kuat. yang dirasa, suspensi motor terlalu empuk dan mantul. Makanya ia mengubah jadi sokbreker ganda di sisi kiri. Caranya, dudukan bawah sok tetap memanfaatkan posisi asli di mesin, hanya dudukan bawah peredam kejut dibuatkan baru. Dan sekarang terlihat seimbang. Agar Mio bisa lebih mengundang perhatian, kelir motor yang tadinya biru diubah kunig yang terinspirasi dari Jazz. Supaya tidak kelhiat polos, pada bagian belakang ditambah ornamen airbrush tengkorak tipis merah menyala garapan Gaok Airbrush.Trus pada bagian buritan dikasih kamera CCTV yang diletakkan di balik lampu rem. Keren, abis.masih dari jakarta- ![]() Jakarta - Awalnya sih dari kantor, waktu itu hanya diskusi-diskusi biasa tentang modifikasi motor, dengan rekan kerja yang kebetulan pemiliki rumah modifikasi Studio Motor yang terletak di Jl. Ciputat Raya No. 42 Tanah Kusir, Jakarta Selatan, demikian tulis Januar Kanuruan, pemilik Yamaha Mio dalam emailnya untuk Pojok Modifikasi detikoto. "Tiba-tiba benak gue muncul untuk make over tunggangan gue," ucap Januar. Target pun ditentukan. Dia adalah Yamaha Mio tahun 2005 milik Januar sendiri. "Gue jadi pingin menunggang skubek dengan tampilan tidak standar alias sudah dimodifikasi." Januar pun lantas mengutarakan niatnya dengan Doni Ariyanto sang modifikator dari Studio Motor. Di tangan Doni, Yamaha Mio milik Januar dijejali dengan konsep Low Rider. Tindakan yang diambil adalam memundurkan roda belakang, melebarkan bodi dan memakai ban superlebar. Tak cuma itu, Doni juga menyikat habis bodi dan hampir seluruh bagian kaki-kaki pada motor ini. Hasilnya, bodi standar nyaris tak bersisa. Doni, pria gempal yang jagoan memodifikasi motor, juga mengaplikasikan body bang list di setiap body space agar terlihat lebar dan kekar. Dan cat red candy oploan glaso ditambah black by glaso dan dipernis dengan blinken. Untuk bagian stang, Doni memilihkan Januar memakai stang Kawasaki Ninja dan Hand Grip Harley Davidson agar terlihat gagah dan tacometer memakai Moto R. Selain itu untuk menopang body yang bongsor, Doni mengisyaratkan pada kaki-kaki untuk memakai Velg depan ride 185/14 dan dibalut ban swallow berukuruan 120/70, pada bagian belakang Velg costum 5 “ dan dibalut ban swallow 140/70 jari-jari sebanyak 72. indah dipandang juga harus punya kekuatan. "Lucu kan, lagi asyik dikendarai tiba-tiba ambruk." Untuk belakang, engine mounting mundur sebanyak 15 cm, tak ada kendala di saat pemasangan. Hanya disesuaikan saja dengan space diameter yang saya buat. Untuk menaikan performa mesin, mesin dinaikan menjadi 150 cc dengan mengikis diameter pistonmenjadi 58 mm. yang sebelumnya 50 mm. Klep 24/28 honda sonic, karburator standar Mio hanya menaikan jet dari ukuran standar 38 menjadi 42 (keihin). Hasil lumayan bisa memacu kecepatan sampai 130 km/jam. Biaya yang dihabiskan oleh Januar untuk mempermak Mio-nya sekitar Rp 7-8 juta. "Yang lama ngebangunnya sekitar 1 bulan. Tapi saya jadi puas dengan hasil kerja teman saya, karena dia saya bisa menunggangi Mio Low Rider yang saya idamkan," ucap Januar ayah 2 putra ini yang berdomisili di Jatibening ini. ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
Bandung….. Jujur saja… aku tidak mengenal yang namanya aliran Lowrider ini…. padahal aku sudah menerapkannya di mobil kesayanganku seperti pada gambar di masterblog-ku ini… mobilku sudah ku modifikasi dengan “Elegant Style” velg 19″, 225, 35… trus body minimalis, shockbreaker di turunkan menjadi 1 jari, dll… ini sebenarnya sudah masuk kedalam katagori Lowrider walaupun bukan aliran extreme…. ternyata setelah aku banyak bergaul dengan teman-temanku di komunitas Volkswagen bandung, aku mulai mengenal istilah tersebut… ternyata lowrider itu sebenarnya sudah tidak asing lagi buatku, karena aku berkutit diarea lowrider selama ini.. Sepeda Lowrider Ada satu hal yang akhir-akhir ini menyita perhatianku… setelah temanku membicarakan Sepeda yang beraliran Lowrider ini dan mengajak aku ikut bergabung dengan komunitas yang ada di Bandung, ajakan dia belum aku hiraukan walaupun temanku saat ini sedang membangun sepeda lowrider tersebut… terlintas sekilas dipikiranku jenis sepeda kuno (ontel) yang dimodifikasi sedemikian rupa dengan model “low”, apa bagusnya pikirku saat itu, yang ada juga kampungan, sepeda jaman baheula sebagusnya dimodifikasi sampai sejauh mana sih pikirku…… aku menjadi bingung mengenai ini, karena aku belum pernah sekalipun melihat contoh “Lowrider” untuk katagori sepeda.. Rasa penasaranku yang besar membuat jari-jemariku mencoba untuk mencari tahu apa itu Sepeda Lowrider keesokan harinya, ku buka Laptopku, ku connectkan ke internet dan kumasuki search engine google untuk mencari tahu… tidak lama keluarlah beberapa gambar dan tulisan mengenai Sepeda Lowrider ini… sedetik hatiku berdegub kencang… alangkah bagusnya sepeda ini pikirku… aku menjadi malu sendiri.. aku sudah berpikiran negatif bahwa sepeda ini sebagus-bugusnya tetap kampungan… ternyata pikiranku kemarin salah besar dan aku mengagumi apa yang sudah aku lihat ini….
Ciri-ciri Sepeda Lowrider kucari tahu apa sih ciri-ciri sepeda lowrider ini? akhirnya aku mendapat jawabanya sebagai berikut : LOW RIDER KUDU PUNYA : 1. Fork depan springer model bengkok (Bent springer fork), 2. Setang model monyet ‘nggantung (Apehanger handlebar) 3. Rangka model pelangi (Rainbow bent frame) 4. Jok pisang (Banana seat) 5. Besi sandaran jok (Sissy bar) Itulah lima hal wajib buat LOW RIDER … yang lain cuma tergantung customizernya ‘aja. WOLCOME TO LOWRIDER …..
Setelah kita dihibur oleh para pandemen sepeda lawas nan cantik dengan dengan foto2 koleksi ajaibnya dan juga pembahasan isu2 seputar sepeda, sekarang saya ingin tampilkan foto sepeda yang agak lain, bukan termasuk sepeda ontel tapi ini adalah salah satu bukti dari perkembangan si kereta angin sebagai alat transportasi dan juga sebagai sarana kreatifitas penggemarnya. Sepeda ini sering disebut dengan model Low Rider , mempunyai fork depan yang dilengkapi springer/per (sering disebut dg model cangkrang) dan setang yang lebih lebar dari ukuran umum, rem hanya ada di ban belakang dengan memakai torpedo…kalau dilihat dari frame nya mungkin kita akan teringat dengan model sepeda waktu kita kecil dulu (1970an sd awal 1980an) era sebelum mewabahnya sepeda mini dan BMX, dulu biasanya sepeda model ini memakai jok model pisang, yang memanjang ke belakang dan dilengkapi dengan senderan dari pipa kecil yang menjulang ke atas….dan biasanya di kedua ujung stang akan diberi rumbai-rumbai berwarna warni dari plastic…(hmm jadi inget waktu kecil nih).. Sepeda modifikasi ini mengikuti gaya sepeda-sepeda dari Amerika, model lainnya yaitu dengan basis frame yang sama hanya stangnya model Ape Hanger (yang tinggi ke atas) seperti yang sering terlihat pada motor2 gede, di Jakarta ada beberapa penggemar sepeda jenis ini, salah satu perkumpulannya biasa berkumpul di daerah Kemang, Jakarta Selatan. |